Rahasia Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara dan Bacaan yang Benar!

Rahasia Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara dan Bacaan yang Benar!
Niat Puasa Ramadhan (Foto: Canva)

Temukan tata cara dan bacaan niat puasa Ramadhan yang benar, lengkap dengan perbedaan mazhab Syafi’i dan Maliki. Baca selengkapnya!

Sorak.id – Niat puasa Ramadhan adalah salah satu rukun penting yang harus dipahami setiap Muslim. Tanpa niat yang benar, puasa bisa jadi tidak sah. Nah, bagaimana sih tata cara dan bacaan niat puasa Ramadhan yang tepat? Yuk, simak penjelasannya!

Perbedaan Niat Puasa Wajib dan Sunnah

Pertama, perlu diketahui bahwa niat puasa wajib seperti puasa Ramadhan, qadha, atau nazar, harus dilakukan di malam hari sebelum terbit fajar. Berbeda dengan puasa sunnah yang lebih fleksibel, di mana niat bisa dilakukan di siang hari. Hal ini menjadi pembeda mendasar antara kedua jenis puasa tersebut.

Advertisement

Mazhab Syafi’i: Niat Setiap Malam

Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan harus diperbarui setiap malam. Artinya, Anda perlu berniat sebelum fajar tiba setiap harinya. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitabnya Hasyiyatul Iqna’ menjelaskan, “Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” Ini menunjukkan betapa pentingnya niat dalam ibadah puasa.

Mazhab Maliki: Niat Sekali untuk Sebulan

Di sisi lain, Mazhab Maliki memiliki pandangan yang lebih longgar. Menurut mazhab ini, niat puasa cukup dilakukan sekali saja pada malam pertama Ramadhan. Alasannya, puasa Ramadhan dianggap sebagai satu kesatuan ibadah. Jadi, Anda tidak perlu berniat setiap malam. Namun, untuk kehati-hatian, banyak yang tetap memilih untuk berniat setiap hari.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan yang bisa Anda amalkan:

Advertisement

Niat Puasa Harian:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Advertisement

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Sebulan Penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Advertisement

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”

Tips Praktis Berniat Puasa

  1. Setelah Tarawih: Biasakan berniat puasa setelah shalat Tarawih agar tidak lupa.
  2. Saat Sahur: Jika khawatir lupa, Anda bisa berniat saat makan sahur.
  3. Catat Pengingat: Gunakan alarm atau catatan pengingat di ponsel untuk membantu Anda berniat setiap malam.

Dengan memahami tata cara dan bacaan niat puasa Ramadhan, ibadah puasa Anda akan lebih bermakna. Jangan lupa, niat adalah kunci utama dalam setiap ibadah. Selamat menunaikan ibadah puasa!

Advertisement