Bocoran Xiaomi 15 Ultra: Kamera Periskop 200 MP & Baterai Jumbo!

Bocoran Xiaomi 15 Ultra: Kamera Periskop 200 MP & Baterai Jumbo!
Xiaomi 15 Ultra (Foto: Xiaomi)

Xiaomi 15 Ultra membawa kamera periskop 200 MP, chipset Snapdragon 8 Elite, dan baterai 6.000 mAh. Simak bocoran spesifikasi dan harga terbarunya!

Sorak.id – Xiaomi kembali menggoda pasar smartphone dengan kehadiran flagship terbarunya, Xiaomi 15 Ultra. Ponsel ini diprediksi akan meluncur secara global pada 2 Maret 2025, tepat sebelum ajang Mobile World Congress (MWC) 2025.

Sebelumnya, Xiaomi 15 versi reguler sudah lebih dulu meluncur di China pada akhir 2024. Namun, versi Ultra baru akan diperkenalkan di panggung global, membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding pendahulunya.

Advertisement

Spesifikasi Xiaomi 15 Ultra yang Bocor di Internet

Berdasarkan bocoran terbaru dari 91mobiles dan tipster Sudhanshu Ambhore, Xiaomi 15 Ultra akan hadir dengan spesifikasi gahar, termasuk:

  • Kamera periskop 200 MP, menjadi yang tertinggi di kelasnya.
  • Kamera utama 50 MP dengan sensor 1 inci, serta tambahan kamera ultrawide 50 MP dan telefoto 50 MP.
  • Chipset Snapdragon 8 Elite, yang menjanjikan performa lebih cepat dan efisien.
  • RAM 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB, mirip dengan Xiaomi 14 Ultra.
  • Baterai 6.000 mAh, lebih besar dari pendahulunya yang hanya 5.300 mAh.
  • Pengisian daya 90W (kabel) dan 50W (nirkabel), sesuai sertifikasi 3C yang beredar sebelumnya.

Desain & Varian Warna Xiaomi 15 Ultra

Secara tampilan, Xiaomi 15 Ultra akan tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu hitam, putih, dan silver. Dua warna pertama diprediksi memiliki finishing berbahan kulit vegan, seperti yang digunakan pada Xiaomi 14 Ultra.

Berapakah Harga Xiaomi 15 Ultra?

Saat ini, harga resmi Xiaomi 15 Ultra masih menjadi misteri. Namun, mengingat spesifikasinya yang premium, harganya diperkirakan tidak jauh dari pendahulunya, Xiaomi 14 Ultra, yang dijual di kisaran Rp 14 juta – Rp 19 juta.

Advertisement

Karena Xiaomi 15 Ultra juga akan dipasarkan di Eropa, kemungkinan besar harganya bisa lebih tinggi akibat pajak dan kurs mata uang yang berbeda.